Calendar

Last month May 2017 Next month
S M T W T F S
week 18 1 2 3 4 5 6
week 19 7 8 9 10 11 12 13
week 20 14 15 16 17 18 19 20
week 21 21 22 23 24 25 26 27
week 22 28 29 30 31
Members : 8529
Content : 289
Web Links : 4
Content View Hits : 207741
We have 44 guests online
Negeri di atas Tanduk PDF Print E-mail
Written by Admin PSB   

Jauh di bawah tanah yang kita pijak sekarang, ada banyak getaran, guncangan, yang tanpa kita sadari aktivitasnya terjadi setiap waktu. Suatu lempengan tipis dan keras bergerak terhadap lempengan lain. Gerakan itu terus terjadi sejak bumi lahir hingga detik sekarang ini.


Sekarang, kita yang diam di atas tanah air ini, seperti tidak populer membicarakan, merumuskan, atau sekadar menyadari hidup dalam jeratan sabuk gempa. Di bawah kita terhampar batas lempeng India-Australia yang setiap waktu menghujan ke bawah lempeng Eurasia. Sehingga wajar jika Bukit Barisan di sepanjang Sumatera, yang memang terbentuk oleh pergerakan dua lempeng tersebut, sering di guncang gempa dan pantai baratnya tersapu tsunami. Demikian juga sepanjang Pulau Jawa, Bali, NTB, NTT, selain gempa dan tsunami, aktivitas gunung berapi meningkat seiring meningkatnya magma akibat pergerakan lempeng tersebut. Belum lagi jika kita berpijak di timur Indonesia, lempeng tektonik sekaligus bertemu, yaitu lempeng Pasifik dengan lempeng Australia. Ada lagi yang menyebutkan ditambah dengan mendekatnya lempeng Filipina.


Kita, manusia-manusia yang hidup di tengah peristiwa geologi tersebut, memiliki persepsi beragam. Persepsi lahir dari nilai-nilai sosial dan politik negeri ini. Nilai-nilai tradisional tentu telah lama dianut masyarakat yang hidup di kawasan gunung berapi dan rawan gempa. Misalnya bagaimana membaca gejala alam dan cara membuat rumah panggung dari kayu yang ternyata tahan gempa. Nilai-nilai itu juga melahirkan mitologi atas ketidakkuasaan diri terhadap peristiwa dari Yang Maha Kuasa.


Sedangkan nilai-nilai baru terus berupaya menciptakan sistem mitigasi yang modern meskipun terseok-seok dibombardir carut-marut politik negeri. Persoalan mengupayakan adanya sistem mitigasi yang cocok, membangun persepsi yang baik terhadap suatu bencana geologi kalah populer dibanding mengurusi partai politik, mengamankan jabatan dan kekuasaan.


Karena kita terlena dalam kemelut politik dan melupakan pentingnya pengembangan ilmu pengetahuan. Maka seharusnya kita tidak menyalahkan masyarakat yang bersikap pasrah terhadap maut, memandang takdir, ketika gunung berapi meletus, gempa mengguncang dan tsunami menyapu.


***
Jauh dari hiruk-pukik ibu kota Jakarta, satu tim yang terdiri dari wartawan, ahli geologi, arkeologi, botani serta antropologi, mengintensifkan diri dalam sebuah perjalanan yang dinamai Ekspedisi Cincin Api Kompas.


Ekspedisi dilakukan selama satu tahun lamanya. Sejak Juni 2011, tim ekspedisi melakukan perjalanan secara bertahap ke sejumlah kawasan gunung berapi dan patahan yang masuk dalam zona cincin api (ring of fire) di Indonesia. Telah dilakukan perjalanan ke Gunung Tambora, lalu Danau Toba, Gunung Sibayak, Gunung Sinabung, dan baru saja selesai yaitu ke Gunung Krakatau.


Tulisan kecil di atas sekadar catatan awal dalam thread di forum ini untuk menerima interaksi, bahan diskusi, berbagi pengalaman, wawasan dan pengetahuan dari berbagai macam sudut pandang, yang tentu bermanfaat memperkaya hasil ekspedisi yang disajikan berupa reportase lengkap dalam edisi khusus di Harian Kompas, Kompas.com dan Kompas TV dimulai tanggal 14 September 2011. Keterangan lebih lanjut klik disini.

Sumber; forum.kompas.com

Last Updated on Tuesday, 08 May 2012 03:10
 
Penganugrahan Global Champion PDF Print E-mail
Written by Admin PSB   

Indonesia diwakili oleh Presiden Susilo Bambang Yudoyono menerima penganugrahan Global Champion dari Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB). berita selengkapnya dapat di klik disini.

Sumber: www.bnpb.go.id

Last Updated on Saturday, 05 May 2012 04:10
 
Gempa Bumi Terkini PDF Print E-mail
Written by Admin PSB   

Gempa bumi terkini: Selasa, 22 Mei 2012 jam 09:38:48 WIB telah tarjadi gempa di Propinsi Sulawesi Utara dan Maluku Utara. Lokasi gempa berada pada 2.56 LU - 126.76 BT, magnitude 5.0 Skala Richter, kedalaman 10 km tetapi tidak berpotensi Tsunami.  Pusat gempa berada pada: 152 km Tenggara Siaotagulandongbiaro-Sulut, 157 km Barat Laut Halmahera Barat-Malut, 169 km Barat Laut Halmahera Utara-Malut, 222 km Barat Laut Sofifi-Malut, 2.420 km Timur Laut Jakarta - Indonesia.

Selengkapnya lihat di http://bmkg.go.id/BMKG_Pusat/Geofisika/Gempabumi_Terkini.bmkg

 

 

 

 

 

 

Last Updated on Tuesday, 22 May 2012 03:37
 
Bahaya Banjir Lahar PDF Print E-mail
Written by Admin PSB   

Salah satu dampak dari meningkatnya curah hujan di kawasan selatan Indonesia adalah ancaman banjir lahar Merapi. Beberapa hari terakhir banjir lahar kembali menerjang sejumlah wilayah di Muntilan, Kabupaten Magelang. Ancaman banjir lahar harus tetap diwaspadai, mengingat curah hujan tinggi masih berpeluang terjadi selama periode puncak musim hujan saat ini. Untuk itu, khususnya masyarakat yang bermukim di sekitar Gunung Merapi perlu memahami karakteristik bahaya banjir lahar yang bersifat merusak.

Gambar 2. Sedikitnya lima jembatan, satu bendungan, dan empat rumah di Kabupaten Magelang rusak akibat diterjang banjir lahar dingin Merapi

Ada beberapa bahaya yang ditimbulkan sebagai dampak banjir lahar yang memiliki sifat merusak. Karakteristik aliran lahar yang melaju cepat dengan tenaga besar ini disebabkan karena Merapi merupakan strato volcano yang memiliki lereng sangat curam. Kombinasi aliran material vulkanik seperti abu gunungapi, kerikil, kerakal, bongkahan batu dengan lereng curam menjadikan aliran banjir lahar juga dikontrol oleh percepatan gaya gravitasi bumi.

Read more...
 
Gempa Terbesar April 2012 PDF Print E-mail
Written by Admin PSB   

INILAH.COM, Jakarta - Belum juga hilang trauma terjadinya gempa di beberapa wilayah di Indonesia, Rabu (11/4/2012) kemarin, warga Sumatera, khususnya Bengkulu, Lampung, Nanggroe Aceh Darussalam dan Sumatera Utara dikejutkan Gempa berkekuatan 8,9 pada Skala Richter, pada pukul 15.38 WIB, dengan kedalaman 10 Km.


Dengan kekuatan 8,9 Skala Richter (SR) dan terjadi di 2.31 Lintang Utara dan 92.67 Bujur Timur, gempa kemarin, merupakan gempa terkuat nomor tiga yang pernah terjadi di Indonesia. Berikut 10 gempa terbesar yang pernah terjadi di Jakarta,

1, Gempa Bumi Samudera Hindia, 26 Desember 2004. Berkekuatan 9.1-9.3 SR. Gempa ini merupakan gempa terdahsyat yang terjadi dalam kurun waktu 40 tahun terakhir. Beberapa wilayah yang menjadi daerah korban gempa, adalah Aceh, Sumatera Utara, Pantai Barat Semenanjung Malaysia, Thailand, Pantai Timur India, Srilangka, hingga Pantai Timur Afrika. Gempa yang mengakibatkan tsunami ini menyebabkan 230.000 orang tewas di 8 negara. Ombak tsunami setinggi 30 meter. Bencana ini merupakan kematian terbesar sepanjang sejarah.

Last Updated on Thursday, 26 April 2012 10:32
Read more...
 
« StartPrev1234567NextEnd »

Page 5 of 7


Powered by Joomla!. Designed by: lonex.com value hosting Valid XHTML and CSS.