Calendar

Last month May 2017 Next month
S M T W T F S
week 18 1 2 3 4 5 6
week 19 7 8 9 10 11 12 13
week 20 14 15 16 17 18 19 20
week 21 21 22 23 24 25 26 27
week 22 28 29 30 31
Members : 8529
Content : 289
Web Links : 4
Content View Hits : 207760
We have 95 guests online
UPDATE GEMPA 4,8 SR BOGOR, 560 RUMAH RUSAK PDF Print E-mail
Written by Admin PSB   

Perkembangan penanganan gempabumi 4,8 SR di Provinsi  Jawa Barat pada waktu Minggu, 09/09/12 Pkl.01.27 WIB, pusat di Pusat Gempa: 6.70 LS   106.64 BT (31 km Barat Daya Kab. Bogor Jawa Barat), kedalaman : 10 km. Lokasi yang terdampak gempa adalah 1) Kab. Bogor meliputi Kec. Pamijahan (Ds. Cibunian, Ds. Purwabakti, Ds. Ciasmara), dan 2) Kab. Sukabumi meliputi Kec. Kabandungan (Ds. Cipeuteuy, Ds. Mekarjaya, Ds. Kabandungan, Ds. Tugu Bandung, Ds. Cimaherang, Ds. Cihanaga).

Gempa menimbulkan korban jiwa 3 orang luka ringan, pengungsi 20 KK/115 Jiwa menginap di rumah saudaranya, dan juga menimbulkan kerugian materiil berupa total 560 rumah rusak, terdiri dari 68 rusak berat (RB ), 80 rusak sedang. (RS )dan 414 rusak ringan (RR ).

Dampak Di Kec. Pamijahan, Kab Bogor meliputi:

  • Ds. Cibunian:123 unit sarana ibadah RR,62 unit sarana ibadah RS,30 unit sarana ibadah RB.
  • Ds. Purwabakti:92 unit rmh & sarana umum RR,9 unit rmh & sarana umum RS,27 unit rmh & saran umum RB.
  • Ds. Ciasmara:5 unit RR,2 unit RS.


Sedangkan dampak di  Kec. Kabandungan, Kab. Sukabumi meliputi:

  • Ds. Cipeuteuy:123 unit rmh RR,5 unit rmh RS,14 unit rmh & sarana ibadah,1 sarana irigasi.
  • Ds. Tugu Bandung:47 unit rumah RR,3 unit rumah RS,2 unit Mushola RR.
  • Ds. Cimaherang:2 unit rumah RR,1 unit rumah RS.
  • Ds. Mekarjaya:1 unit rumah RR.
  • Ds. Kabandungan:21 unit rumah RR.


Upaya yang dilakukan meliputi::

  • Tim Reaksi Cepat BNPB, BPBD Jabar bersama BPBD kab. Bogor dan BPBD Sukabumi sedang di lokasi melakukan koordinasi dan pendataan kerusakan.
  • Korban yang luka saat ini dibawa ke puskesmas terdekat.
  • Bantuan logistik dan peralatan dari BPBD sudah diberikan antara lain: makanan siap saji 20 dus, beras 10 krg (@50 kg), sarden 10 dus, air mineral 15 dus, tenda family 5 unit, family kit 125 paket, Hyigenis kit 125 paket, tikar 100, selimut 100. Dari PMI tenda family 20 unit, family kit 20 paket.

Peta dapat di download di http://geospasial.bnpb.go.id/2012/09/11/peta-lokasi-dan-dampak-gempabumi-di-kab-bogor-dan-sekitarnya/

Last Updated on Wednesday, 12 September 2012 06:44
 
UPDATE GEMPA 4,8 SR BOGOR, 560 RUMAH RUSAK PDF Print E-mail
Written by Admin PSB   

Perkembngn Gempabumi 4,8 SR di Prov. Jawa Barat:
*waktu: Minggu, 09/09/12 Pkl.01.27 WIB
*Pusat Gempa: 6.70 LS   106.64 BT (31 km Baratl Daya Kab. Bogor Jawa Barat)
Kedalaman : 10 km
*lokasi:Kab. Bogor, Kec. Pamijahan (Ds. Cibunian, Ds. Purwabakti, Ds. Ciasmara), dan Kab. Sukabumi, Kec. Kabandungan (Ds. Cipeuteuy, Ds. Mekarjaya, Ds. Kabandungan, Ds. Tugu Bandung, Ds. Cimaherang, Ds. Cihanaga).

*Korban jiwa:
-3 orang luka ringan
-Pengungsi 20 KK/115 Jiwa menginap di rumah saudaranya
*Kerugian materiil:
Total 560 rumah rusak, terdiri dari 68 rusak berat (RB ), 80 rusak sedang. (RS )dan 414 rusak ringan (RR ).

Di Kec. Pamijahan, Kab Bogor:
-Ds. Cibunian:123 unit sarana ibadah RR,62 unit sarana ibadah RS,30 unit sarana ibadah RB.
-Ds. Purwabakti:92 unit rmh & sarana umum RR,9 unit rmh & sarana umum RS,27 unit rmh & saran umum RB.
-Ds. Ciasmara:5 unit RR,2 unit RS.

Di Kec. Kabandungan, Kab. Sukabumi:
-Ds. Cipeuteuy:123 unit rmh RR,5 unit rmh RS,14 unit rmh & sarana ibadah,1 sarana irigasi.
-Ds. Tugu Bandung:47 unit rumah RR,3 unit rumah RS,2 unit Mushola RR.
-Ds. Cimaherang:2 unit rumah RR,1 unit rumah RS.
-Ds. Mekarjaya:1 unit rumah RR.
-Ds. Kabandungan:21 unit rumah RR.

*Upaya:
-Tim Reaksi Cepat BNPB, BPBD Jabar bersama BPBD kab. Bogor dan BPBD Sukabumi sedang di lokasi melakukan koordinasi dan pendataan kerusakan.
-Korban yang luka saat ini dibawa ke puskesmas terdekat.
-Bantuan logistik dan peralatan dari BPBD sudah diberikan antara lain: makanan siap saji 20 dus, beras 10 krg (@50 kg), sarden 10 dus, air mineral 15 dus, tenda family 5 unit, family kit 125 paket, Hyigenis kit 125 paket, tikar 100, selimut 100. Dari PMI tenda family 20 unit, family kit 20 paket.

Info lanjut silakan hub. Hery TRC BNPB 0811835505, Sigit Kepala BPBD Jabar 081321200140,

DR. Sutopo Purwo Nugroho
Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Last Updated on Wednesday, 12 September 2012 06:34
 
Sekitar Gempabumi PDF Print E-mail
Written by Admin PSB   
Gempabumi

 

Apakah Gempabumi itu ?

Gempabumi adalah peristiwa bergetarnya bumi akibat pelepasan energi di dalam bumi secara tiba-tiba yang ditandai dengan patahnya lapisan batuan pada kerak bumi. Akumulasi energi penyebab terjadinya gempabumi dihasilkan dari pergerakan lempeng-lempeng tektonik. Energi yang dihasilkan dipancarkan kesegala arah berupa gelombang gempabumi sehingga efeknya dapat dirasakan sampai ke permukaan bumi.

 

Parameter Gempabumi
  • Waktu terjadinya gempabumi (Origin Time - OT)
  • Lokasi pusat gempabumi (Episenter)
  • Kedalaman pusat gempabumi (Depth)
  • Kekuatan Gempabumi (Magnitudo)

 

Karakteristik Gempabumi
  • Berlangsung dalam waktu yang sangat singkat
  • Lokasi kejadian tertentu
  • Akibatnya dapat menimbulkan bencana
  • Berpotensi terulang lagi
  • Belum dapat diprediksi
  • Tidak dapat dicegah, tetapi akibat yang ditimbulkan dapat dikurangi

 

Mengapa Gempabumi Terjadi ?

Lempeng Tektonik

Menurut teori lempeng tektonik, permukaan bumi terpecah menjadi beberapa lempeng tektonik besar. Lempeng tektonik adalah segmen keras kerak bumi yang mengapung diatas astenosfer yang cair dan panas. Oleh karena itu, maka lempeng tektonik ini bebas untuk bergerak dan saling berinteraksi satu sama lain. Daerah perbatasan lempeng-lempeng tektonik, merupakan tempat-tempat yang memiliki kondisi tektonik yang aktif, yang menyebabkan gempa bumi, gunung berapi dan pembentukan dataran tinggi. Teori lempeng tektonik merupakan kombinasi dari teori sebelumnya yaitu: Teori Pergerakan Benua (Continental Drift) dan Pemekaran Dasar Samudra (Sea Floor Spreading).
Lapisan paling atas bumi, yaitu litosfir, merupakan batuan yang relatif dingin dan bagian paling atas berada pada kondisi padat dan kaku. Di bawah lapisan ini terdapat batuan yang jauh lebih panas yang disebut mantel. Lapisan ini sedemikian panasnya sehingga senantiasa dalam keadaan tidak kaku, sehingga dapat bergerak sesuai dengan proses pendistribusian panas yang kita kenal sebagai aliran konveksi. Lempeng tektonik yang merupakan bagian dari litosfir padat dan terapung di atas mantel ikut bergerak satu sama lainnya. Ada tiga kemungkinan pergerakan satu lempeng tektonik relatif terhadap lempeng lainnya, yaitu apabila kedua lempeng saling menjauhi (spreading), saling mendekati(collision) dan saling geser (transform).



Jika dua lempeng bertemu pada suatu sesar, keduanya dapat bergerak saling menjauhi, saling mendekati atau saling bergeser. Umumnya, gerakan ini berlangsung lambat dan tidak dapat dirasakan oleh manusia namun terukur sebesar 0-15cm pertahun. Kadang-kadang, gerakan lempeng ini macet dan saling mengunci, sehingga terjadi pengumpulan energi yang berlangsung terus sampai pada suatu saat batuan pada lempeng tektonik tersebut tidak lagi kuat menahan gerakan tersebut sehingga terjadi pelepasan mendadak yang kita kenal sebagai gempa bumi.

 

Jalur Gempabumi Dunia
Indonesia merupakan daerah rawan gempabumi karena dilalui oleh jalur pertemuan 3 lempeng tektonik, yaitu: Lempeng Indo-Australia, lempeng Eurasia, dan lempeng Pasifik.

Lempeng Indo-Australia bergerak relatip ke arah utara dan menyusup kedalam lempeng Eurasia, sementara lempeng Pasifik bergerak relatip ke arah barat.

Jalur pertemuan lempeng berada di laut sehingga apabila terjadi gempabumi besar dengan kedalaman dangkal maka akan berpotensi menimbulkan tsunami sehingga Indonesia juga rawan tsunami.

Belajar dari pengalaman kejadian gempabumi dan tsunami di Aceh, Pangandaran dan daerah lainnya yang telah mengakibatkan korban ratusan ribu jiwa serta kerugian harta benda yang tidak sedikit, maka sangat diperlukan upaya-upaya mitigasi baik ditingkat pemerintah maupun masyarakat untuk mengurangi resiko akibat bencana gempabumi dan tsunami.

Mengingat terdapat selang waktu antara terjadinya gempabumi dengan tsunami maka selang waktu tersebut dapat digunakan untuk memberikan peringatan dini kepada masyarakat sebagai salah satu upaya mitigasi bencana tsunami dengan membangun Sistem Peringatan Dini Tsunami Indonesia (Indonesia Tsunami Early Warning System / Ina-TEWS).

 

Akibat Gempabumi
  • Getaran atau guncangan tanah (ground shaking)
  • Likuifaksi ( liquifaction)
  • Longsoran Tanah
  • Tsunami
  • Bahaya Sekunder (arus pendek,gas bocor yang menyebabkan kebakaran, dll)

 

Faktor-faktor yang Mengakibatkan Kerusakan Akibat Gempabumi
  • Kekuatan gempabumi
  • Kedalaman gempabumi
  • Jarak hiposentrum gempabumi
  • Lama getaran gempabumi
  • Kondisi tanah setempat
  • Kondisi bangunan

Sumber: bmkg.go.id

Dampak Gempabumi Terhadap Alam

 

Dampak Gempabumi Terhadap Struktur Bangunan

 

Dampak Liquifaksi Terhadap Bangunan

 

Dampak Sekunder Gempabumi Berupa Kebakaran

Last Updated on Thursday, 10 May 2012 03:16
 
15 Tsunami Terkini PDF Print E-mail
Written by Admin PSB   

NO

TANGGAL(*)

WAKTU(*)

LINTANG
(LU)(*)

BUJUR
(BT)(*)

KEDALAMAN
(Km)(*)

MAG GEMPA
(SR)(*)

LOKASI(*)


1

2012-04-11

17:43:11

0.82

92.42

24

8.1

454 km BaratDaya KAB-SIMEULUE-NAD


2

2012-04-11

15:38:35

2.33

93.05

10

8.3

340 km BaratDaya KAB-SIMEULUE-NAD


3

2012-01-11

01:36:57

2.41

93.09

10

7.1

334 Km BaratDaya KAB-SIMEULUE


4

2011-04-04

03:06:39

-10.01

107.69

10

7.1

Selatan Jawa, Samudera Indonesia


5

2010-10-25

21:42:20

-3.61

99.93

10

7.2

Mentawai, Sumatera


6

2010-09-30

00:10:52

-4.94

133.9

25

7.4

Irian Jaya Region, Indonesia


7

2010-04-06

22:15:02

2.3

97.132

34

7.7

Sumatera, Indonesia


8

2009-09-02

00:00:00

-8.24

107.32

60

7

Tasikmalaya, Selatan Jawa Barat


9

2009-08-16

07:38:21.7

-1.479

99.49

21

6.7

Mentawai, Sumatera


10

2009-01-04

00:00:00

0.3

132.8

10

7.7

Manokwari, Irian Jaya


11

2008-11-16

17:02:32.7

1.271

122.091

10

7.3

Sulawesi Utara


12

2008-02-25

08:36:33

-2.486

99.972

10

6.5

Painan, Sumatera Barat


13

2007-09-12

11:10:26.8

-4.438

101.367

10

8.4

Bengkulu, Sumatera


14

2006-07-17

08:19:28.7

-9.254

107.411

33

7.7

Pengandaran, Selatan Jawa Barat


15

2006-03-14

06:57:33.8

-3.595

127.214

33

6.7

P.Seram


Sumber: bmkg.go.id

Last Updated on Thursday, 24 May 2012 03:50
 
Negeri Cincin Api PDF Print E-mail
Written by Admin PSB   

Nyaris tak sejengkal pun tanah di Nusantara yang luput dari ancaman gempa, selain Kalimantan, seperti yang tertera dalam peta sejarah kegempaan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika. Gempa, tsunami, dan juga letusan gunung berapi telah menjadi bagian dari sejarah Nusantara dan terekam dalam mitologi serta dongeng kuno.

Sejarawan Bernard HM Vlekke dalam buku Nusantara: Sejarah Indonesia, 1961, menulis, letusan gunung dan gempa bumi begitu sering terjadi di negeri ini. Salah satu pulau yang paling sering dilanda gempa adalah Sumatera, seperti dilaporkan William Marsden dalam bukunya, Sejarah Sumatera, 1783.

”Gempa bumi paling keras saya alami terjadi di Manna (Bengkulu), tahun 1770. Sebuah kampung musnah, rumah-rumah runtuh dan habis dimakan api. Beberapa orang tewas,” demikian tulis Marsden.

Sebelumnya, ahli ilmu alam dari Jerman, GE Rumphius, mencatat dalam bukunya, Amboina, 1675, tentang tsunami yang melanda Ambon pada 1674. Inilah salah satu catatan tertua tentang tsunami yang melanda Nusantara, yang menewaskan anak dan istri Rumphius serta ribuan orang, pada waktu itu.

Tersusun dari ribuan pulau, Indonesia dilingkari jalur gempa paling aktif di dunia, Cincin Api Pasifik (Pacific Ring of Fire), sekaligus dibelit jalur gempa teraktif nomor dua di dunia, Sabuk Alpide (Alpide Belt). Kondisi ini diperparah dengan tumbukan tiga lempeng benua, Indo-Australia dari sebelah selatan, Eurasia dari utara, dan Pasifik dari timur.

Cincin Api Pasifik merupakan jalur gunung berapi dan garis tumbukan lempeng yang membentang 40.000 kilometer mulai dari pantai barat Amerika Selatan, berlanjut ke Amerika Utara, melingkar ke Kanada, Semenanjung Kamtschatka, Jepang, membuat simpul di Indonesia, lalu ke Selandia Baru, dan kepulauan di Pasifik Selatan. Sebanyak 90 persen gempa di Bumi, dan 80 persen di antaranya gempa terkuat, terjadi di jalur ini.

Adapun Sabuk Alpide, yaitu pegunungan dari Timor ke Nusa Tenggara, Jawa, Sumatera, lalu terus ke Himalaya, Mediterania, hingga Atlantik, menjadi tempat bagi 17 persen gempa di Bumi ini.

Diimpit dua jalur geofisika yang ekstrem, Indonesia adalah rumah bagi sejumlah bencana alam terkuat yang pernah terjadi di Bumi. Gempa dan tsunami yang melanda Aceh, 26 Desember 2004, merupakan salah satunya.

Gunung berapi yang memiliki letusan terdahsyat di Bumi juga ada di negeri ini. Gunung Tambora di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, yang meletus pada April 1815 telah mengguncang dunia. Aerosol asam sulfat yang dilontarkan ke atmosfer menciptakan tahun tanpa musim panas di Eropa, mengakibatkan bencana kelaparan, memicu wabah penyakit, dan kematian berskala global.

Letusan Gunung Krakatau di Selat Sunda pada Agustus 1883 membangunkan dunia. Letusannya menciptakan tsunami hebat, dan Anak Krakatau yang tumbuh cepat dari dasar laut menjadi laboratorium alam paling lengkap yang mengajarkan suksesi ekologi bagi ilmuwan seluruh dunia.

Jauh sebelumnya, sekitar 74.000 tahun lalu, dunia mengenal letusan Gunung Toba di Sumatera Utara. Letusan gunung berapi raksasa (supervolcano) ini telah mengubah sejarah Bumi dan isinya. Kegelapan total menyelimuti Bumi bertahun-tahun, menyebabkan nenek moyang manusia modern (homo sapiens) nyaris punah. Periode gelap ini dikenal sebagai bottleneck dalam sejarah evolusi manusia.

Nyatanya, di atas Bumi yang paling bergolak ini, masyarakat tumbuh dan berkembang selama ribuan tahun. Indonesia menjadi negara yang penduduknya terbanyak tinggal dalam jangkauan gunung berapi.

Sebanyak 127 gunung berapi aktif terjalin melingkari Nusantara. Dari jumlah itu, 30 di antaranya ada di Pulau Jawa. Itu artinya sekitar 120 juta orang kini hidup dalam bayang-bayang letusan gunung berapi. Kedekatan warga dan lokasi gunung berapi telah terbukti fatal karena lebih dari 150.000 jiwa tewas akibat letusan gunung berapi di seluruh Nusantara dalam kurun waktu 500 tahun terakhir. Berita selanjutnya silahkan klik disini.

Sumber: kompas.com

Last Updated on Tuesday, 08 May 2012 03:43
 
« StartPrev1234567NextEnd »

Page 4 of 7


Powered by Joomla!. Designed by: lonex.com value hosting Valid XHTML and CSS.