Calendar

Last month March 2017 Next month
S M T W T F S
week 9 1 2 3 4
week 10 5 6 7 8 9 10 11
week 11 12 13 14 15 16 17 18
week 12 19 20 21 22 23 24 25
week 13 26 27 28 29 30 31
Members : 7758
Content : 289
Web Links : 4
Content View Hits : 191331
We have 73 guests online
10 NEGARA SIAPKAN LATIHAN UNTUK ANTISIPASI TSUNAMI MENTAWAI MEGATHRUST PDF Print E-mail
Written by Admin PSB   
Untuk mengantisipasi terjadinya gempa dan tsunami di Sumatera, maka BNPB melakukan konferensi internasional untuk mempersiapkan latihan gabungan internasional pada Kamis (7/2) di Padang. Kepala BNPB, Syamsul Maarif, didampingi Gubernur Sumbar membuka resmi pelaksanaan Concept Development Conference (CDC) dan Initial Planning Conference (IPC) for International Table Top Exercise (TTX) yang diselenggarakan 7-8 Feb 2012. Konferensi ini diikuti Malaysia, Singapore, Myanmar, India, Filipina, Indonesia, Jepang, China, Australia, Amerika Serikat dan beberapa organisasi internasional seperti IFRC, lembaga PBB (UNOCHA, UNDP, UNICEF, WFP) dan lembaga donor (USAID, AIFDR dan JICA).

Pemerintah Indonesia melakukan berbagai upaya pengurangan risiko bencana. Sumbar merupakan salah satu daerah yang mempunyai risiko tinggi terhadap gempabumi dan tsunami. Bahkan para ahli memprediksikan masih ada energi tersandera di sekitar Mantawai. Jika terjadi gempa dapat berpotensi 8,9 SR dan akan memicu tsunami di wilayah pesisir Sumbar.  Megathrust Mentawai adalah ancaman yg scientific-based dan telah menjadi perhatian para ahli dari berbagai bidang terkait, baik dari tingkat nasional maupun internasional.

 


BNPB juga sudah menyiapkan masterplan pengurangan risiko bencana tsunami. Draft tersebut masih dalam penyempurnaan dengan melibatkan para ahli. Ada 4 program utama yaitu penguatan rantai peringatan dini tsunami, pembangunan dan peningkatan tempat evakuasi sementara,  penguatan kapasitas kesiapiagaan dan  pengurangan risiko bencana, serta pembangunan kemandirian kebencanaan.

 


Bahkan BNPB bersama kementerian/Lembaga terkait akan menyelenggarakan serangkaian kegiatan latihan yang melibatkan sipil-militer dari negara anggota ASEAN dan East Asia Summit seperti China, Jepang, Korea, India, Selandia Baru, Australia, Amerika dan Rusia untuk latihan  "Mentawai Megathrust Disaster Relief Exercise (DIREX) 2013-2014.
Sumber:bnpb.go.id

 

Last Updated on Monday, 11 February 2013 03:56
 
GEMPA 8 SR GUNCANG SOLOMON PDF Print E-mail
Written by Admin PSB   

OLEH ADMIN • 06 February 2013 15:53

 

Berdasarkan PTWC (Pacific Tsunami Warning Center) diupdate jam 09.05 WIB
Gempa dasyat bermagnitud 8,0 mengguncang Kepulauan Solomon di Samudra Pasifik, Rabu (5/2) . Peringatan tsunami pun dikeluarkan bagi pulau-pulau di Pasifik Selatan

Badan Survei Geologi AS mengatakan gempa terjadi pada pukul 01.12 GMT (atau pukul 08.12 WIB) di dekat Santa Cruz Islands, yang merupakan bagian dari Kepulauan Solomon. Gempa itu terjadi di kedalaman 5,8 kilometer. Pusat Peringatan Tsunami Pasifik di Hawaii memperingatkan bahwa gempa besar itu bisa memicu "tsunami destruktif" di dekat pusat gempa.

Berdasarkan analisis PTWC, diperkirakan Tsunami akan sampai ke Papua New Guinea 2 jam setelahnya, dan diperkirakan akan sampai di 4,5 jam berikutnya yaitu pada pukul 15.30 WIT. Berdasarkan pantauan PTWC masih belum ada informasi laporan kerusakan dari berbagai negara yang kemungkinan terkena.

BNPB masih menunggu peringatan dini tsunami dari BMKG terkait gempa tersebut. BMKG adalah institusi yang berwenang mengeluarkan warning tsunami di Indonesia dan BNPB terus berkoordinasi dengan BMKG.

DR. Sutopo Purwo Nugroho
Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB
Last Updated on Thursday, 07 February 2013 04:02
 
Intensitas Gempa Bogor Meningkat PDF Print E-mail
Written by Admin PSB   

Desa Cibunian, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor. Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa berkekuatan 3,4 Skala Richter (SR) berlangsung sekitar pukul 16.27 wib, kemarin.  Pusat gempa berada di 6.67 LS - 106.62 BT, 16 km Barat Daya Kab. Bogor, atau tak jauh dari titik gempa yang terjadi tiga bulan lalu (9/9). Gempa yang terjadi di kedalamnan 10 km itu dirasakan oleh warga Dramaga, Ciampea, Cibungbulang dan Pamijahan.  Namun warga kota Bogor sama sekali tak merasakan goyangan gempa tsb.  Data sementara yang kami rangkum, getaran gempa tidak menimbulkan korban jiwa.  Namun, satu rumah mengalami kerusakan.  Rumah itu milik Omang (35), warga Rt 03/03 Desa Cibunian.

Selengkapnya baca radar Bogor, Kamis, 20 Desember 2012. Sumber: Radar Bogor.

Last Updated on Thursday, 20 December 2012 14:30
 
LEBIH DARI 100 KEJADIAN BENCANA TERJADI SELAMA JANUARI 2013 PDF Print E-mail
Written by Admin PSB   

Selama Januari 2013, BNPB mencatat 119 kejadian bencana terjadi di Indonesia. Ini adalah data sementara mengingat kejadian bencana belum semua dilaporkan ke BNPB. Dari 119 kejadian bencana menyebabkan 126 orang meninggal, 113.747 orang menderita dan mengungsi, 940 rumah rusak berat, 2.717 rumah rusak sedang, 10.945 rumah rusak ringan, dan kerusakan fasilitas umum lainnya.

 

Sekitar 96 persen kejadian bencana masih di dominasi oleh bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, puting beliung, gelombang pasang, banjir dan tanah longsor. Selama Januari 2013 terjadi 36 banjir yang menyebabkan 61 orang meninggal dan 110.129 orang menderita dan mengungsi. Banjir di Jakarta yang terjadi selama 15-27 Januari 2013 menyebabkan 41 jiwa meninggal pengungsi mencapai 45.000. Demikian pula halnya longsor yang tejadi 25 kali menyebabkan 40 orang meninggal. Sedangkan puting beliung, terjadi 42 kali kejadian dan menyebabkan korban meninggal dunia sebanyak 3 orang, 616 rumah rusak berat, 2.626 rumah rusak sedang, 2.145 rumah rusak ringan,1 fasilitas kesehatan, 6 fasilitas pendidikan, dan 14 fasilitas peribadatan. Secara lengkap disajikan dalam Tabel berikut ini:

 

 

Untuk mengatasi bencana tersebut, BNPB telah melakukan penanggulangan bencana baik kesiapsiagaan maupun  penanganan tanggap darurat. Untuk siaga darurat dan tanggap darurat banjir dan longsor sejak akhir Desember 2012 hingga sekarang, BNPB telah mendistribusikan dana siap pakai sekitar Rp 180 milyar ke berbagai daerah di Indonesia yang terkena bencana. Sebelumnya telah dilakukan penyusunan renncana kontinjensi banjir dan longsor di tingkat nasional. Selain itu dilakukan koordinasi dengan kementerian/lembaga dan BPBD, sosialisasi, gladi dan sebagainya. Dalam penanganan bencana, BNPB melakukan pendampingan kepada Pemda, baik pendampingan logistik, peralatan, pendanaan, manajerial dan administrasi.

 

Untuk penanganan banjir Jakarta BNPB telah mengeluarkan dana sekitar Rp 50 milyar untuk bantuan logistik, peralatan, pengerahan personil TNI dan Polri dan sebagainya. BNPB mengkoordinasi kementerian/lembaga untuk memperkuat Pemda DKI dalam penanganan banjir, seperti:

-        BNPB memobilisasi SRC-PB dan TRC-PB 150 personil dan dukungan relawan dari 93 organisasi (K/L, ormas, dunia usaha) dengan total tercatat 1.843 relawan yang tersebar di 5 wilayah kota.

-        BNPB mendistribusikan bantuan senilai Rp.15,4 Miliar yang terdiri dari peralatan dapur, tenda gulung, kidsware, family kit, sandang, selimut, tikar, matras, tambahan lauk pauk, kantong mayat, perahu karet, motor trail, handy talkie, genset, tenda posko, mobil dapur lapangan, truk serbaguna, mobil penjernih air, tenda pengungsi, mobil MCK, veltbed;

-        Kementerian PU, mobilisasi 10 unit mobil tangki, 4 mobil toilet, 20 unit pompa air, dan perbaikan tanggul di Latuharhari.

-        Kementerian ESDM memberikan dan mendistribusikan bantuan pangan, sandang, logistik, dan uang tunai. TNI dukungan personel 3.400 personil dan peralatan, serta 7 unit dapur umum, dan mobil toilet dari Kodam Jaya.

-        Kementerian Sosial, memberikan bantuan senilai Rp. 15,3 Miliar yang terdiri dari mobilisasi tagana dan tenaga penanganan psiko-sosial, pendirian 9 dapur umum, distribusi 10 ribu lembar selimut, distribusi buffer stock permakanan, sandang, logistik dan peralatan;

-        Kementerian Kesehatan, mobilisasi tenaga kesehatan bekerjasama dengan Dinas Kesehatan, mensiagakan Puskesmas 24 jam, bantuan permakanan berupa MP ASI 1.400 paket dan terus dipenuhi sesuai dengan kebutuhan.

-        PMI memberikan bantuan pencarian, penyelamatan dan evakuasi, mengoperasikan 3 dapur umum;

-        Basarnas melakukan pencarian dan penyelamatan serta evakuasi penduduk;

-        BMKG melakukan pemantauan dan prakiraan cuaca sebagai dasar perencanaan antisipasi ancaman bencana

-        BNPB, BPPT dan TNI melaksanakan Teknologi Modifikasi Cuaca diharapkan dapat mengurangi hujan sampai 30%.

 

Ancaman bencana hidrometeorologi diperkirakan akan terus berlangsung hingga akhir Maret 2013 nanti. Untuk itu masyarakat dihimbau untuk terus meningkatkan kesiapsaiagaannya.

 

DR. Sutopo Purwo Nugroho

Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB

Last Updated on Saturday, 02 February 2013 07:02
 
Keajaiban Fungsi Geologis Gunung Menurut Al Quran PDF Print E-mail
Written by Admin PSB   

Keajaiban Fungsi Geologis Gunung Menurut Al Quran

Rabu, 26 September 2012   Tags: keajaiban, fungsi geologis, gunung, al quran   Views: 202

rinjaninationalpark.com


Al Qur’an mengarahkan perhatian kita pada fungsi geologis penting dari gunung.

"Dan telah Kami jadikan di bumi ini gunung-gunung yang kokoh supaya bumi itu (tidak) goncang bersama mereka..." (Al Qur'an, 21:31)
Sebagaimana terlihat, dinyatakan dalam ayat tersebut bahwa gunung-gunung berfungsi mencegah goncangan di permukaan bumi.
Kenyataan ini tidaklah diketahui oleh siapapun di masa ketika Al Qur’an diturunkan. Nyatanya, hal ini baru saja terungkap sebagai hasil penemuan geologi modern.
Menurut penemuan ini, gunung-gunung muncul sebagai hasil pergerakan dan tumbukan dari lempengan-lempengan raksasa yang membentuk kerak bumi.

Ketika dua lempengan bertumbukan, lempengan yang lebih kuat menyelip di bawah lempengan yang satunya, sementara yang di atas melipat dan membentuk dataran tinggi dan gunung.

Lapisan bawah bergerak di bawah permukaan dan membentuk perpanjangan yang dalam ke bawah. Ini berarti gunung mempunyai bagian yang menghujam jauh ke bawah yang tak kalah besarnya dengan yang tampak di permukaan bumi.
Dalam tulisan ilmiah, struktur gunung digambarkan sebagai berikut:
Pada bagian benua yang lebih tebal, seperti pada jajaran pegunungan, kerak bumi akan terbenam lebih dalam ke dalam lapisan magma. (General Science, Carolyn Sheets, Robert Gardner, Samuel F. Howe; Allyn and Bacon Inc. Newton, Massachusetts, 1985, s. 305)
Dalam sebuah ayat, peran gunung seperti ini diungkapkan melalui sebuah perumpamaan sebagai "pasak":
"Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan?, dan gunung-gunung sebagai pasak?" (Al Qur'an, 78:6-7)
Gunung Merapi

Dengan kata lain, gunung-gunung menggenggam lempengan-lempengan kerak bumi dengan memanjang ke atas dan ke bawah permukaan bumi pada titik-titik pertemuan lempengan-lempengan ini.

Dengan cara ini, mereka memancangkan kerak bumi dan mencegahnya dari terombang-ambing di atas lapisan magma atau di antara lempengan-lempengannya.

Singkatnya, kita dapat menyamakan gunung dengan paku yang menjadikan lembaran-lembaran kayu tetap menyatu.
Fungsi pemancangan dari gunung dijelaskan dalam tulisan ilmiah dengan istilah "isostasi". Isostasi bermakna sebagai berikut:
Isostasi: kesetimbangan dalam kerak bumi yang terjaga oleh aliran materi bebatuan di bawah permukaan akibat tekanan gravitasi. (Webster's New Twentieth Century Dictionary, 2. edition "Isostasy", New York, s. 975)
Peran penting gunung yang ditemukan oleh ilmu geologi modern dan penelitian gempa, telah dinyatakan dalam Al Qur’an berabad-abad lampau sebagai suatu bukti Hikmah Maha Agung dalam ciptaan Allah.
"Dan telah Kami jadikan di bumi ini gunung-gunung yang kokoh supaya bumi itu (tidak) goncang bersama mereka..." (Al Qur'an, 21:31)
Sumber: apakabardunia.com/keajaaibanalquran/harunyahaya
Last Updated on Wednesday, 26 September 2012 05:49
 
« StartPrev1234567NextEnd »

Page 3 of 7


Powered by Joomla!. Designed by: lonex.com value hosting Valid XHTML and CSS.