Calendar

Last month September 2017 Next month
S M T W T F S
week 35 1 2
week 36 3 4 5 6 7 8 9
week 37 10 11 12 13 14 15 16
week 38 17 18 19 20 21 22 23
week 39 24 25 26 27 28 29 30
Members : 10832
Content : 289
Web Links : 4
Content View Hits : 226623
We have 64 guests online
Kebakaran Hutan dan Lahan PDF Print E-mail

Upaya Satgas Darat dan Udara Dalam Pemadaman Karhutla

28 Oktober 2015 16:16 WIB

Share
Tweet
PALEMBANG- Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) sulit ditaklukan. Bahkan tersulit ketika satgas udara memadamkan api dengan visibility yang rendah. Hal inilah yang menjadi  tantangan satgas udara dalam upaya mengatasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Sumsel. Beberapa upaya yang sudah dilakukan menjadi gagal karena lokasi yang apinya sudah bisa dipadamkan justru menyala kembali akibat dorongan angin dan dibakar kembali keesokan hari oleh masyarakat. Luasnya areal yang terbakar menjadi kendala tersendiri. “Beberapa lokasi sulit dipadamkan seperti di Taman Nasional Sembilang, sekarang hewan keluar dari habitatnya, beberapa personel satgas darat menemukan harimau sudah bergerak ke arah kelapa sawit, jejak kaki gajah juga banyak ditemukan”ujar Letkol Wahyu selaku Dan satgas darat saat operasi pemadaman pada (28/10/2015).
Wahyu mengatakan jika suatu lokasi yang sudah berhasil dipadamkan kebakarannya harus benar-benar dipulihkan dengan cara menyemprotkan air ke dalam lahan gambut supaya tidak muncul lagi titik api. “Selain itu dilapangan ditemukan terjadinya kebakaran dilahan mineral yang mungkin dibakar, karena sebelumnya tidak terbakar dan berbeda dengan lahan gambut yang mudah terbakar. Kami dari tim satgas darat menghimbau agar masyarakat untuk membuka lahan dengan tidak membakar lahan. Karena efeknya yang sangat merugikan kesehatan masyarakat dan mengganggu roda perekonomian. Dalam pemadaman kebakaran hutan dan lahan diperlukan kerja sama tim, itu yang terpenting, yakni bagaimana membangun sinergi antara TNI, masyarakat, dan regu pemadam kebakaran perusahaan”ujar Wahyu.
Sementara itu, Letkol Lefie selaku Dan satgas udara menekankan kepada pihak terkait yang mengetahui lokasi kebakaran hutan dan lahan untuk melakukan pemadaman dengan water bombing diperlukan titik koordinat yang akurat, jangan hanya bilang di daerah Muba terbakar, “tapi tolong berikan titik koordinatnya. Beberapa lokasi yang terbakar jika mudah dipadamkan melalui jalur darat langsung saja dipadamkan. Pengeboman Water Bombing difokuskan pada daerah yang sulit dijangkau dari sumber air dan letaknya terpencil” ujar Lefie.
Sumber: bnpb.go.id

 

 


Powered by Joomla!. Designed by: lonex.com value hosting Valid XHTML and CSS.