Calendar

Last month September 2017 Next month
S M T W T F S
week 35 1 2
week 36 3 4 5 6 7 8 9
week 37 10 11 12 13 14 15 16
week 38 17 18 19 20 21 22 23
week 39 24 25 26 27 28 29 30
Members : 10832
Content : 289
Web Links : 4
Content View Hits : 226619
We have 60 guests online
Awas, Puting Beliung Terus Mengancam! PDF Print E-mail
12 November 2014 10:06 WIB
Share
Tweet

JAKARTA - Sebagian besar wilayah Indonesia akan memasuki musim penghujan pada Desember 2014. BMKG memprediksi musim penghujan mundur satu bulan, yang seharusnya sudah mulai pada November 2014 ini. Diperkirakan musim hujan normal.

Selain, banjir dan longsor yang akan mengancam. Ancaman puting beliung perlu diwaspadai. Tren bencana puting beliung terus meningkat signifikan di Indonesia. Dalam kurun tahun 2003 hingga 2013 kejadian puting beliung meningkat 1.577%. Dampak yang ditimbulkan 303 orang meninggal, 252.877 orang menderita, 29.108 rumah rusak berat, 13.184 rumah rusak sedang, 89.576 rumah rusak ringan, dan ratusan fasum rusak.

Berbeda dengan bencana lain, seperti banjir, longsor, gempa, tsunami, yang lokasinya mudah dikenali. Daerah rawan puting beliung sulit dikenali karena terkait dengan dinamika atmosfer. Waktu kejadiannya pun juga tergantung pada kondisi atmosfer lokalnya. Misal, puting beliung yang menerjang Kab Magelang pada Selasa (11-11-2014), diawali mendung tebal pukul 14.00 Wib, namun hujan deras disertai puting beliung berlangsung pada pukul 24.00 Wib. Dampaknya, 4 orang luka ringan dan 396 rumah rusak di 7 kecamatan. Di Boyolali, puting beliung pada 7-11-2014 pukul 15.00 Wib menyebabkan 1.578 rumah rusak meliputi 280 rusak berat, 357 rusak sedang, dan 941 rusak di ringan di 4 kecamatan.

Masyarakat dihimbau untuk selalu waspada. Puncak puting beliung diperkirakan pada November 2014 hingga Januari 2015 sesuai pola hujannya. Pola hujan di Indonesia ada 3 tipe yakni monsunal, ekuatorial, dan lokal. Sebagian wilayah Riau, Sumsel, Jambi, Lampung, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalsel dan Kalteng memiliki tipe hujan monsunal, dimana puncak hujan pada Januari. Di Aceh, Sumut, Sumbar, Bengkulu, Kalbar, Kaltim, Sulawesi, Malut dan Papua memiliki tipe hujan ekuatorial, puncaknya November. Sedangkan di Maluku dan Sorong Papua Barat tipe lokal puncak Juni-Juli. (stp)

 


Powered by Joomla!. Designed by: lonex.com value hosting Valid XHTML and CSS.