Calendar

Last month September 2017 Next month
S M T W T F S
week 35 1 2
week 36 3 4 5 6 7 8 9
week 37 10 11 12 13 14 15 16
week 38 17 18 19 20 21 22 23
week 39 24 25 26 27 28 29 30
Members : 10841
Content : 289
Web Links : 4
Content View Hits : 227070
We have 69 guests online
LEBIH DARI 100 KEJADIAN BENCANA TERJADI SELAMA JANUARI 2013 PDF Print E-mail

Selama Januari 2013, BNPB mencatat 119 kejadian bencana terjadi di Indonesia. Ini adalah data sementara mengingat kejadian bencana belum semua dilaporkan ke BNPB. Dari 119 kejadian bencana menyebabkan 126 orang meninggal, 113.747 orang menderita dan mengungsi, 940 rumah rusak berat, 2.717 rumah rusak sedang, 10.945 rumah rusak ringan, dan kerusakan fasilitas umum lainnya.

 

Sekitar 96 persen kejadian bencana masih di dominasi oleh bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, puting beliung, gelombang pasang, banjir dan tanah longsor. Selama Januari 2013 terjadi 36 banjir yang menyebabkan 61 orang meninggal dan 110.129 orang menderita dan mengungsi. Banjir di Jakarta yang terjadi selama 15-27 Januari 2013 menyebabkan 41 jiwa meninggal pengungsi mencapai 45.000. Demikian pula halnya longsor yang tejadi 25 kali menyebabkan 40 orang meninggal. Sedangkan puting beliung, terjadi 42 kali kejadian dan menyebabkan korban meninggal dunia sebanyak 3 orang, 616 rumah rusak berat, 2.626 rumah rusak sedang, 2.145 rumah rusak ringan,1 fasilitas kesehatan, 6 fasilitas pendidikan, dan 14 fasilitas peribadatan. Secara lengkap disajikan dalam Tabel berikut ini:

 

 

Untuk mengatasi bencana tersebut, BNPB telah melakukan penanggulangan bencana baik kesiapsiagaan maupun  penanganan tanggap darurat. Untuk siaga darurat dan tanggap darurat banjir dan longsor sejak akhir Desember 2012 hingga sekarang, BNPB telah mendistribusikan dana siap pakai sekitar Rp 180 milyar ke berbagai daerah di Indonesia yang terkena bencana. Sebelumnya telah dilakukan penyusunan renncana kontinjensi banjir dan longsor di tingkat nasional. Selain itu dilakukan koordinasi dengan kementerian/lembaga dan BPBD, sosialisasi, gladi dan sebagainya. Dalam penanganan bencana, BNPB melakukan pendampingan kepada Pemda, baik pendampingan logistik, peralatan, pendanaan, manajerial dan administrasi.

 

Untuk penanganan banjir Jakarta BNPB telah mengeluarkan dana sekitar Rp 50 milyar untuk bantuan logistik, peralatan, pengerahan personil TNI dan Polri dan sebagainya. BNPB mengkoordinasi kementerian/lembaga untuk memperkuat Pemda DKI dalam penanganan banjir, seperti:

-        BNPB memobilisasi SRC-PB dan TRC-PB 150 personil dan dukungan relawan dari 93 organisasi (K/L, ormas, dunia usaha) dengan total tercatat 1.843 relawan yang tersebar di 5 wilayah kota.

-        BNPB mendistribusikan bantuan senilai Rp.15,4 Miliar yang terdiri dari peralatan dapur, tenda gulung, kidsware, family kit, sandang, selimut, tikar, matras, tambahan lauk pauk, kantong mayat, perahu karet, motor trail, handy talkie, genset, tenda posko, mobil dapur lapangan, truk serbaguna, mobil penjernih air, tenda pengungsi, mobil MCK, veltbed;

-        Kementerian PU, mobilisasi 10 unit mobil tangki, 4 mobil toilet, 20 unit pompa air, dan perbaikan tanggul di Latuharhari.

-        Kementerian ESDM memberikan dan mendistribusikan bantuan pangan, sandang, logistik, dan uang tunai. TNI dukungan personel 3.400 personil dan peralatan, serta 7 unit dapur umum, dan mobil toilet dari Kodam Jaya.

-        Kementerian Sosial, memberikan bantuan senilai Rp. 15,3 Miliar yang terdiri dari mobilisasi tagana dan tenaga penanganan psiko-sosial, pendirian 9 dapur umum, distribusi 10 ribu lembar selimut, distribusi buffer stock permakanan, sandang, logistik dan peralatan;

-        Kementerian Kesehatan, mobilisasi tenaga kesehatan bekerjasama dengan Dinas Kesehatan, mensiagakan Puskesmas 24 jam, bantuan permakanan berupa MP ASI 1.400 paket dan terus dipenuhi sesuai dengan kebutuhan.

-        PMI memberikan bantuan pencarian, penyelamatan dan evakuasi, mengoperasikan 3 dapur umum;

-        Basarnas melakukan pencarian dan penyelamatan serta evakuasi penduduk;

-        BMKG melakukan pemantauan dan prakiraan cuaca sebagai dasar perencanaan antisipasi ancaman bencana

-        BNPB, BPPT dan TNI melaksanakan Teknologi Modifikasi Cuaca diharapkan dapat mengurangi hujan sampai 30%.

 

Ancaman bencana hidrometeorologi diperkirakan akan terus berlangsung hingga akhir Maret 2013 nanti. Untuk itu masyarakat dihimbau untuk terus meningkatkan kesiapsaiagaannya.

 

DR. Sutopo Purwo Nugroho

Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB

 


Powered by Joomla!. Designed by: lonex.com value hosting Valid XHTML and CSS.