Calendar

Last month March 2017 Next month
S M T W T F S
week 9 1 2 3 4
week 10 5 6 7 8 9 10 11
week 11 12 13 14 15 16 17 18
week 12 19 20 21 22 23 24 25
week 13 26 27 28 29 30 31
Members : 7758
Content : 289
Web Links : 4
Content View Hits : 191351
We have 128 guests online
INFO GRAFIS KEJADIAN BENCANA (Oktober 2016) PDF Print E-mail

Info Bencana Bulan Oktober 2016

Sumber Informasi: http://geospasial.bnpb.go.id/2016/11/03/info-bencana-bulan-oktober-2016/

 
Gempa 5,3 SR di Tenggara Mentawai Dirasakan Kuat Selama 20 detik PDF Print E-mail

21 Juni 2016 22:15 WIB

Share
Tweet

JAKARTA - BMKG telah melaporkan gempabumi dengan kekuatan 5,3 SR di laut dengan kedalama hiposentrum 34 km pada 98 km Tenggara Kepulauan Mentawai pada Selasa (21/6/2016) pukul 21.23 Wib. Gempa tidak berpotensi tsunami. Sumber gempa berasal dari jalur subduksi pada pertemuan lempeng Hindia Australia dan Lempeng Eurasia. Mentawai merupakan daerah yang rawan tinggi gempa dan tsunami.

Berdasarkan laporan BPBD, Camat dan masyarakat di sekitar Mentawai, guncangan gempa terasa kuat selama kurang lebih 20 dtk di Siberut barat daya. Gempa terasa cukup keras di Tua Pejat selama kurang lebih 15 detik. Masyarakat setempat sempat panik dan berhamburan keluar rumah. Saat ini kondisi sudah kondusif kembali dan belum ada dampak laporan kerusakan.

Berdasarkan pada peta gempa dirasakan. Intensitas gempa III-IV MMI di Tua Pejat, III MMI di Siberut dan II MMI di Kota Padang. Dengan skala intensitas gempa dirasakan seperti itu diperkirakan tidak akan menimbulkan korban jiwa dan kerusakan bangunan.

Sutopo Purwo Nugroho
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB

 
Katulampa Siaga 1 PDF Print E-mail

Bendung Katulampa Siaga 1, Waspada Banjir Kiriman Di Sekitar Sungai Ciliwung

15 November 2015 20:38 WIB

Share
Tweet

Hujan deras di kawasan Hulu Sungai Ciliwung pada Minggu (15-11-2015) sore hari telah menyebabkan tinggi muka air Sungai Ciliwung di Bendung Katulampa naik hingga 210 cm pada pukul 19.10 Wib. Kondisi ini menyebabkan Status Siaga 1 atau paling berbahaya karena di atas 200 cm.

Kronologi kenaikan tinggi muka air di Bendung Katulampa adalah sebagai berikut:

Pukul 18.00 WIB, Tinggi Muka Ar (TMA) 50 cm H (siaga 4).
Pukul 18.10 WIB, TMA 70 cm H (siaga 4).
Pukul 18.20 WIB, TMA 90 cm H (siaga 3).
Pukul 18.30 WIB, TMA 110 cm H (siaga 3).
Pukul 18.40 WIB, TMA 130 cm H (siaga 3).
Pukul 18.50 WIB, TMA 150 cm H (siaga 2).
Pukul 19.00 WIB, TMA 170 cm H (siaga 2).
Pukul 19.10 WIab, TMA 210 cm H (siaga 1).

Dengan Siaga 1 Bendung Katulampa maka warga di sekitar Sungai Ciliwung dihimbau untuk waspada. Diprediksikan sekitar 6-9 jam ke depan banjir akan menggenangi bantaran sungai di sekitar wiilayah di Jakarta seperti Kel. Pejaten timur, Rawajati, Kalibata, Pengadegan, Gang Arus Cawang, Kebon Baru, Bukit Duri, Bidara Cina, Kp. Melayu, dan Manggarai. Begitu pula halnya permukiman di sekitar Sungai Ciliwung di daerah Bogor dan Depok. 

Tidak perlu panik. Banjir yang akan terjadi diperkirakan tidak akan besar karena hujannya hanya lokal dan sesaat saja. Banjir yang menggenangi permukiman yang ada di bantaran sungai.

Kenaikan tinggi muka air yang demikian cepat di Bendung Katulampa dari Siaga 4 (normal) hingga Siaga 1 (level tertinggi) hanya dalam waktu satu jam menunjukkan bahwa daerah aliran sungai Ciliwung Hulu sudah sangat kritis. Masyarakat dihimbau tetap waspada. Hujan kali ini adalah permulaan dari musim hujan. Puncak hujan diperkirakan Januari 2016 mendatang sehingga risiko banjir juga akan meningkat.

Sutopo Purwo Nugroho
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB

sumber: bnpb.go.id

 
Siaga Bencana Gunung Api PDF Print E-mail

Gunung Api

Share

Tweet

Letusan gunungapi memberikan catatan sejarah tersendiri terhadap kebencanaan di Indonesia. Beberapa letusan dahsyat tidak hanya berdampak di wilayah Indonesia tetapi juga wilayah-wilah di benua lain. Letusan gunungapi dahsyat antara lain mengguncang Gunung Toba, Tambora (1815), dan Krakatau (1883). Indonesia yang dilewati oleh barisan gunungapi atau lebih dikenal dengan cincin api memiliki 29 gunungapi aktif.

Menghadapi ancaman letusan gunungapi, Anda memiliki lebih banyak waktu karena aktivitas letusan mengalami proses yang dapat dideteksi oleh para ahli dan pihak berwenang. Masyarakat yang hidup di sekitar gunungapi aktif mungkin akan melihat pergerakan binatang-binatang yang menjauh karena suhu yang memanas, getaran gempa, maupun bau sulfur.

Apa yang dilakukan sebelum terjadi letusan gunungapi

  1. Memperhatikan arahan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) terkait dengan perkembangan aktivitas gunungapi.
  2. Persiapkan masker dan kacamata pelindung untuk mengantisipasi debu vulkanik.
  3. Mengetahui jalur evakuasi dan shelter yang telah disiapkan oleh pihak berwenang.
  4. Mempersiapkan skenario evakuasi lain apabila dampak letusan meluas di luar prediksi ahli.
  5. Persiapkan dukungan logistik:
    • Makanan siap saji dan minuman
    • Lampu senter dan baterai cadangan
    • Uang tunai secukupnya
    • Obat-obatan khusus sesuai pemakai


Apa yang dilakukan pada saat terjadi letusan gunungapi

  1. Pastikan anda sudah berada di shelter atau tempat lain yang aman dari dampak letusan.
  2. Gunakan masker dan kacamata pelindung
  3. Selalu memperhatikan arahan dari pihak berwenang selama berada di shelter.


Apa yang dilakukan sesudah terjadi letusan gempabumi

  1. Apabila Anda dan keluarga harus tinggal lebih lama di shelter, pastikan kebutuhan dasar terpenuhi dan pendampingan khusus bagi anak-anak dan remaja diberikan. Dukungan orangtua yang bekerjasama dengan organisasi kemanusiaan dalam pendampingan anak-anak dan remaja sangat penting untuk mengurangi stres atau ketertekanan selama di shelter.
  2. Tetap gunakan master dan kacamata pelindung ketika berada di wilayah yang terdampak abu vulkanik.
  3. Memperhatikan perkembangan informasi dari pihak berwenang melalui radio atau pengumuman dari pihak berwenang.
  4. Waspada terhadap kemungkinan bahaya kedua atau secondary hazard berupa banjir lahar dingin. Bencana ini dipicu oleh curah hujan tinggi dan menghanyutkan material vulkanik maupun reruntuhan kayu atau apapun sepanjang sungai dari hilir ke hulu. Perhatikan bentangan kiri dan kanan dari titik sungai mengantisipasi luapan banjir lahar dingin.

Sumber: bnpb.go.id

 
Siaga Bencana Banjir PDF Print E-mail

Banjir

Share

Tweet

Banjir adalah bencana yang sering terjadi di wilayah Indonesia. Bencana yang disebabkan oleh faktor hidrometeorologi ini selalu meningkat setiap tahunnya. Meskipun terkadang tidak menimbulkan banyak korban jiwa, bencana ini tetap saja merusak infrastruktur dan mengganggu stablitas perekonomian masyarakat secara signifikan.

Karakteristik banjir sangat beragam. Banjir dapat disebabkan karena curah hujan yang tinggi dengan tidak diimbangi serapan tanah yang cukup. Atau dapat terjadi dalam bentuk rob atau bandang. Oleh karena itu, kita harus siap untuk mengantisipasi setiap jenis bencana banjir.

Apa yang dilakukan sebelum terjadi banjir

  1. Perhatikan ketinggian rumah Anda dari bangunan yang rawan banjir.
  2. Tinggikan panel listrik.
  3. Hubungi pihak berwenang apabila akan dibangun dinding penghalang di sekitar wilayah Anda.

Apa yang dilakukan pada saat terjadi bencana

  1. Apabila banjir akan terjadi di wilayah Anda:
    • Simak informasi dari radio mengenai informasi banjir
    • Waspada terhadap banjir yang akan melanda. Apabila terjadi banjir bandang, beranjak segera ke tempat yang lebih tinggi; jangan menunggu instruksi terkait arahan beranjak.
    • Waspada terhadap arus bawah, saluran air, kubangan, dan tempat-tempat lain yang tergenang air. Banjir bandang dapat terjadi di tempat ini dengan atau tanpa peringatan pada saat hujan biasa atau deras.
  2. Apabila Anda harus bersiap untuk evakuasi:
    • Amankan rumah Anda. Apabila masih tersedia waktu, tempatkan perabot di luar rumah. Barang yang lebih berharga diletakan pada bagian yang lebih tinggi di dalam rumah.
    • Matikan semua jaringan listrik apabila ada instruksi dari pihak berwenang. Cabut alat-alat yang masih tersambung dengan listrik. Jangan menyentuh peralatan yang bermuatan listrik apabila Anda berdiri di atas air.
  3. Apabila Anda harus meninggalkan rumah:
    • Jangan berjalan di arus air. Beberapa langkah berjalan di arus air dapat mengakibatkan Anda jatuh.
    • Apabila Anda harus berjalan di air, berjalanlah pada pijakan yang tidak bergerak. Gunakan tongkat atau sejenisnya untuk mengecek kepadatan tempat Anda berpijak.
    • Jangan mengemudikan mobil di wilayah banjir. Apabila air mulai naik, abaikan mobil dan keluarlah ke tempat yang lebih tinggi. Apabila hal ini tidak dilakukan, Anda dan mobil dapat tersapu arus banjir dengan cepat.

    Sumber: bnpb.go.id

 
« StartPrev12345678910NextEnd »

Page 1 of 54


Powered by Joomla!. Designed by: lonex.com value hosting Valid XHTML and CSS.