Calendar

Last month September 2016 Next month
S M T W T F S
week 35 1 2 3
week 36 4 5 6 7 8 9 10
week 37 11 12 13 14 15 16 17
week 38 18 19 20 21 22 23 24
week 39 25 26 27 28 29 30
Members : 5319
Content : 288
Web Links : 4
Content View Hits : 143867
We have 19 guests online
Definisi Bencana PDF Print E-mail
Written by Admin PSB   

Data UNISDR menyebutkan, dalam paparan terhadap penduduk atau jumlah manusia yang ada di daerah yang mungkin kehilangan nyawa karena bencana, risiko bencana yang dihadapi Indonesia sangat lah tinggi.

Sutopo menerangkan, untuk potensi bencana tsunami, Indonesia menempati peringkat pertama dari 265 negara di dunia yang disurvei badan PBB itu. Resiko ancaman tsunami di Indonesia bahkan lebih tinggi dibandingkan Jepang. Dalam itung-itungan UNISDR, kata Sutopo, ada 5.402.239 orang yang berpotensi terkena dampaknya.

 

Definisi dan Jenis Bencana

Share

Tweet

Definisi Bencana Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007 Tentang Penanggulangan Bencana menyebutkan definisi bencana sebagai berikut:

Bencana adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan, baik oleh faktor alam dan/atau faktor nonalam maupun faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis.

Definisi tersebut menyebutkan bahwa bencana disebabkan oleh faktor alam, non alam, dan manusia. Oleh karena itu, Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tersebut juga mendefinisikan mengenai bencana alam, bencana nonalam, dan bencana sosial.

Bencana alam adalah bencana yang diakibatkan oleh peristiwa atau serangkaian peristiwa yang disebabkan oleh alam antara lain berupa gempa bumi, tsunami, gunung meletus, banjir, kekeringan, angin topan, dan tanah longsor.

Bencana nonalam adalah bencana yang diakibatkan oleh peristiwa atau rangkaian peristiwa nonalam yang antara lain berupa gagal teknologi, gagal modernisasi, epidemi, dan wabah penyakit.

Bencana sosial adalah bencana yang diakibatkan oleh peristiwa atau serangkaian peristiwa yang diakibatkan oleh manusia yang meliputi konflik sosial antarkelompok atau antarkomunitas masyarakat, dan teror.

Kejadian Bencana adalah peristiwa bencana yang terjadi dan dicatat berdasarkan tanggal kejadian, lokasi, jenis bencana, korban dan/ataupun kerusakan. Jika terjadi bencana pada tanggal yang sama dan melanda lebih dari satu wilayah, maka dihitung sebagai satu kejadian.

Gempa bumi adalah getaran atau guncangan yang terjadi di permukaan bumi yang disebabkan oleh tumbukan antar lempeng bumi, patahan aktif, akitivitas gunung api atau runtuhan batuan.

Letusan gunung api merupakan bagian dari aktivitas vulkanik yang dikenal dengan istilah "erupsi". Bahaya letusan gunung api dapat berupa awan panas, lontaran material (pijar), hujan abu lebat, lava, gas racun, tsunami dan banjir lahar.

Tsunami berasal dari bahasa Jepang yang berarti gelombang ombak lautan ("tsu" berarti lautan, "nami" berarti gelombang ombak). Tsunami adalah serangkaian gelombang ombak laut raksasa yang timbul karena adanya pergeseran di dasar laut akibat gempa bumi.

Tanah longsor merupakan salah satu jenis gerakan massa tanah atau batuan, ataupun percampuran keduanya, menuruni atau keluar lereng akibat terganggunya kestabilan tanah atau batuan penyusun lereng.

Banjir adalah peristiwa atau keadaan dimana terendamnya suatu daerah atau daratan karena volume air yang meningkat.

Banjir bandang adalah banjir yang datang secara tiba-tiba dengan debit air yang besar yang disebabkan terbendungnya aliran sungai pada alur sungai.

Kekeringan adalah ketersediaan air yang jauh di bawah kebutuhan air untuk kebutuhan hidup, pertanian, kegiatan ekonomi dan lingkungan. Adapun yang dimaksud kekeringan di bidang pertanian adalah kekeringan yang terjadi di lahan pertanian yang ada tanaman (padi, jagung, kedelai dan lain-lain) yang sedang dibudidayakan .

Kebakaran adalah situasi dimana bangunan pada suatu tempat seperti rumah/pemukiman, pabrik, pasar, gedung dan lain-lain dilanda api yang menimbulkan korban dan/atau kerugian.

Kebakaran hutan dan lahan adalah suatu keadaan di mana hutan dan lahan dilanda api, sehingga mengakibatkan kerusakan hutan dan lahan yang menimbulkan kerugian ekonomis dan atau nilai lingkungan. Kebakaran hutan dan lahan seringkali menyebabkan bencana asap yang dapat mengganggu aktivitas dan kesehatan masyarakat sekitar.

Angin puting beliung adalah angin kencang yang datang secara tiba-tiba, mempunyai pusat, bergerak melingkar menyerupai spiral dengan kecepatan 40-50 km/jam hingga menyentuh permukaan bumi dan akan hilang dalam waktu singkat (3-5 menit).

Gelombang pasang atau badai adalah gelombang tinggi yang ditimbulkan karena efek terjadinya siklon tropis di sekitar wilayah Indonesia dan berpotensi kuat menimbulkan bencana alam. Indonesia bukan daerah lintasan siklon tropis tetapi keberadaan siklon tropis akan memberikan pengaruh kuat terjadinya angin kencang, gelombang tinggi disertai hujan deras.

Abrasi adalah proses pengikisan pantai oleh tenaga gelombang laut dan arus laut yang bersifat merusak. Abrasi biasanya disebut juga erosi pantai. Kerusakan garis pantai akibat abrasi ini dipicu oleh terganggunya keseimbangan alam daerah pantai tersebut. Walaupun abrasi bisa disebabkan oleh gejala alami, namun manusia sering disebut sebagai penyebab utama abrasi.

Kecelakaan transportasi adalah kecelakaan moda transportasi yang terjadi di darat, laut dan udara.

Kecelakaan industri adalah kecelakaan yang disebabkan oleh dua faktor, yaitu perilaku kerja yang berbahaya (unsafe human act) dan kondisi yang berbahaya (unsafe conditions). Adapun jenis kecelakaan yang terjadi sangat bergantung pada macam industrinya, misalnya bahan dan peralatan kerja yang dipergunakan, proses kerja, kondisi tempat kerja, bahkan pekerja yang terlibat di dalamnya.

Kejadian Luar Biasa (KLB) adalah timbulnya atau meningkatnya kejadian kesakitan atau kematian yang bermakna secara epidemiologis pada suatu daerah dalam kurun waktu tertentu. Status Kejadian Luar Biasa diatur oleh Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 949/MENKES/SK/VII/2004.

Konflik Sosial atau kerusuhan sosial atau huru hara adalah suatu gerakan massal yang bersifat merusak tatanan dan tata tertib sosial yang ada, yang dipicu oleh kecemburuan sosial, budaya dan ekonomi yang biasanya dikemas sebagai pertentangan antar suku, agama, ras (SARA).

Aksi Teror adalah aksi yang dilakukan oleh setiap orang yang dengan sengaja menggunakan kekerasan atau ancaman kekerasan sehingga menimbulkan suasana teror atau rasa takut terhadap orang secara meluas atau menimbulkan korban yang bersifat masal, dengan cara merampas kemerdekaan sehingga mengakibatkan hilangnya nyawa dan harta benda, mengakibatkan kerusakan atau kehancuran terhadap obyek-obyek vital yang strategis atau lingkungan hidup atau fasilitas publik internasional.

Sabotase adalah tindakan yang dilakukan untuk melemahkan musuh melalui subversi, penghambatan, pengacauan dan/ atau penghancuran. Dalam perang, istilah ini digunakan untuk mendiskripsikan aktivitas individu atau grup yang tidak berhubungan dengan militer, tetapi dengan spionase. Sabotase dapat dilakukan terhadap beberapa sruktur penting, seperti infrastruktur, struktur ekonomi, dan lain-lain.

Sumber: bnpb.go.id

 

 

Last Updated on Friday, 20 November 2015 04:54
 
Kebakaran Hutan dan Lahan PDF Print E-mail
Written by Admin PSB   

800 Ribu Hektar Karhutla di Sumatera Hingga Oktober 2015

30 Oktober 2015 13:0 WIB

Share
Tweet
JAKARTA - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) menginformasikan bahwa lebih dari 800.000 hektar hutan dan lahan terbakar di Sumatera yang dihitung dari 1 Juli hingga 20 Oktober 2015. Kepala Bidang Lingkungan dan Mitigasi Bencana LAPAN Parwati Sofan menyampaikan hal tersebut dalam jumpa pers di Graha BNPB, Jakarta, pada Jumat (30/10). Jumlah tersebut terbagi dalam kategori lahan gambut dan non gambut.
Luas lahan terbakar di Sumatera tersebut dihitung di 10 provinsi, antara lain Sumatera Selatan (359.100 ha), Riau (169.119 ha), Jambi (137.853 ha), Lampung (66.176 ha), Bangka-Belitung (48.996 ha), Sumatera Barat (21.161 ha), Bengkulu (5.805 ha), Nanggroe Aceh Darussalam 4.315 ha), Kep. Riau 2.034 ha).
Provinsi Sumatera Selatan merupakan wilayah yang hutan dan lahannya terbakar tertinggi di Sumatera. LAPAN mencatat total luas terbakar 359.100 hektar. Dari luas tersebut luas gambut terbakar 144.410 hektar dan non gambut 214.690 hektar. Penghitungan luas lahan terbakar ini berdasarkan data antar lain dari hasil pantauan dari Satelit Terra, densitas hotspot Terra-Aqua dan SNPP-VIIRS, Landsat-8, peta lahan gambut dari Kementerian Pertanian, dan peta administrasi dari Badan Informasi Geospasial.
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) ke depan akan memberikan dampak yang lebih besar, baik sosial-ekonomi dan lingkungan. Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan bahwa gambut sangat penting terhadap ekosistem lingkungan. Sutopo menggambarkan gambut sebagai spon yang mampu menampung air dan mengkontrol ekosistem. Karhutla mengakibatkan luas gambut berkurang hingga dampak lingkungan yang besar berupa terlepasnya emis gas karbondioksida. Gas karbondioksida akan menyumbang emisi gas rumah kaca yang berujung pada pemanasan global.
"Wilayah yang ekosistem hutan gambutnya terbakar akan memicu permasalahan baru. Pada saat musim kemarau, bahaya kekeringan dan karhutla akan mengancam. Musim hujan, bahaya banjir", papar Sutopo.
Secara umum, Sutopo menjelaskan bahwa karhutla di wilayah Sumatera terjadi di tiga wilayah berbeda, seperti wilayah konsesi perusahaan (kebun HTI), lahan masyarakat, dan kawasan hutan atau taman nasional. (phi)
Sumber: bnpb.go.id

 

Last Updated on Friday, 30 October 2015 08:18
 
Puting Beliung Menerjang Serang PDF Print E-mail
Written by Admin PSB   

SERANG - BPBD Kabupaten Serang melaporkan ke Pusdalops BNPB telah terjadi angin puting beliung di Kabupaten Serang, Provinsi Banten. Diawali hujan disertai angin kencang menyebabkan terjadinya puting beliung pada Kamis, 27 November 2014 pukul 14.30 WIB.

Tiga kecamatan terdampak,yaitu
Kecamatan Bandung yang terdampak di Desa Panamping, Desa Mandar.
Kecamatan Cikande, di Desa Julang. Kecamatan Kibin di Desa Nambo Ilir.

Dilaporkan tidak ada korban jiwa namun ada kerugian materil di Desa Panamping 4 rumah roboh dan 118 rumah rusak ringan. Desa Mandar 101 rumah rusak ringan dan 9 rumah rusak berat. Desa Julang Kampung Gorda 3 rumah rusak ringan. Desa Nambo Ilir, Kampung Panembong 1 rumah rusak berat, Kampung Nagrek 4 rumah rusak ringan.

BPBD Kabupaten Serang sudah datang ke lokasi kejadian untuk melakukan monitoring, pendataan dan memberikan bantuan logistik. (acu).

Sumber: bnpb.go.id

 
Kebakaran Hutan dan Lahan PDF Print E-mail
Written by Admin PSB   

00 Ribu Hektar Karhutla di Sumatera Hingga Oktober 2015

30 Oktober 2015 13:0 WIB

Share
Tweet
JAKARTA - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) menginformasikan bahwa lebih dari 800.000 hektar hutan dan lahan terbakar di Sumatera yang dihitung dari 1 Juli hingga 20 Oktober 2015. Kepala Bidang Lingkungan dan Mitigasi Bencana LAPAN Parwati Sofan menyampaikan hal tersebut dalam jumpa pers di Graha BNPB, Jakarta, pada Jumat (30/10). Jumlah tersebut terbagi dalam kategori lahan gambut dan non gambut.
Luas lahan terbakar di Sumatera tersebut dihitung di 10 provinsi, antara lain Sumatera Selatan (359.100 ha), Riau (169.119 ha), Jambi (137.853 ha), Lampung (66.176 ha), Bangka-Belitung (48.996 ha), Sumatera Barat (21.161 ha), Bengkulu (5.805 ha), Nanggroe Aceh Darussalam 4.315 ha), Kep. Riau 2.034 ha).
Provinsi Sumatera Selatan merupakan wilayah yang hutan dan lahannya terbakar tertinggi di Sumatera. LAPAN mencatat total luas terbakar 359.100 hektar. Dari luas tersebut luas gambut terbakar 144.410 hektar dan non gambut 214.690 hektar. Penghitungan luas lahan terbakar ini berdasarkan data antar lain dari hasil pantauan dari Satelit Terra, densitas hotspot Terra-Aqua dan SNPP-VIIRS, Landsat-8, peta lahan gambut dari Kementerian Pertanian, dan peta administrasi dari Badan Informasi Geospasial.
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) ke depan akan memberikan dampak yang lebih besar, baik sosial-ekonomi dan lingkungan. Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan bahwa gambut sangat penting terhadap ekosistem lingkungan. Sutopo menggambarkan gambut sebagai spon yang mampu menampung air dan mengkontrol ekosistem. Karhutla mengakibatkan luas gambut berkurang hingga dampak lingkungan yang besar berupa terlepasnya emis gas karbondioksida. Gas karbondioksida akan menyumbang emisi gas rumah kaca yang berujung pada pemanasan global.
"Wilayah yang ekosistem hutan gambutnya terbakar akan memicu permasalahan baru. Pada saat musim kemarau, bahaya kekeringan dan karhutla akan mengancam. Musim hujan, bahaya banjir", papar Sutopo.
Secara umum, Sutopo menjelaskan bahwa karhutla di wilayah Sumatera terjadi di tiga wilayah berbeda, seperti wilayah konsesi perusahaan (kebun HTI), lahan masyarakat, dan kawasan hutan atau taman nasional. (phi)
Sumber: bnpb.go.id

 

 
Puting Beliung Menerjang Serang PDF Print E-mail
Written by Admin PSB   

SERANG - BPBD Kabupaten Serang melaporkan ke Pusdalops BNPB telah terjadi angin puting beliung di Kabupaten Serang, Provinsi Banten. Diawali hujan disertai angin kencang menyebabkan terjadinya puting beliung pada Kamis, 27 November 2014 pukul 14.30 WIB.

Tiga kecamatan terdampak,yaitu
Kecamatan Bandung yang terdampak di Desa Panamping, Desa Mandar.
Kecamatan Cikande, di Desa Julang. Kecamatan Kibin di Desa Nambo Ilir.

Dilaporkan tidak ada korban jiwa namun ada kerugian materil di Desa Panamping 4 rumah roboh dan 118 rumah rusak ringan. Desa Mandar 101 rumah rusak ringan dan 9 rumah rusak berat. Desa Julang Kampung Gorda 3 rumah rusak ringan. Desa Nambo Ilir, Kampung Panembong 1 rumah rusak berat, Kampung Nagrek 4 rumah rusak ringan.

BPBD Kabupaten Serang sudah datang ke lokasi kejadian untuk melakukan monitoring, pendataan dan memberikan bantuan logistik. (acu).

Sumber: bnpb.go.id

 
« StartPrev1234567NextEnd »

Page 1 of 7


Powered by Joomla!. Designed by: lonex.com value hosting Valid XHTML and CSS.